Pencegahan Transmisi Vertikal Hepatitis B: Fokus pada Penggunaan Antivirus Antenatal

Oleh: Anandhara Indriani Khumaedi

Cover Image

Kategori: Ilmu Kedokteran

Tahun Terbit: 2016

Deskripsi

Artikel ini membahas hepatitis B sebagai penyebab utama penyakit hati kronis yang dapat menyebabkan sirosis, gagal hati, dan karsinoma hepatoseluler. Secara global, diperkirakan 2 miliar orang terinfeksi, dengan 240 juta di antaranya mengidap hepatitis B kronis. Fokus utama artikel adalah pada transmisi vertikal (dari ibu ke bayi), yang menyumbang 90% penularan di negara berkembang. Meskipun imunoprofilaksis (pemberian imunoglobulin dan vaksinasi) memiliki tingkat keberhasilan hingga 95%, masih ada 5% hingga 10% kasus yang mengalami kegagalan. Untuk mengatasi kegagalan ini, artikel mengulas peran pemberian antivirus pada ibu hamil saat antenatal, terutama bagi populasi yang berisiko tinggi. Pedoman dari beberapa asosiasi (European Association for the Study of the Liver - EASL dan The Asian Pacific Association for the Study of the Liver - APASL) merekomendasikan penggunaan lamivudin, tenofovir, dan telbivudin pada trimester ketiga kehamilan, yang dianggap cukup aman untuk mencegah transmisi vertikal. Artikel ini juga menguraikan mekanisme transmisi vertikal, faktor prediktor utama seperti status HBeAg dan kadar HBV DNA yang tinggi, serta membandingkan efektivitas lamivudin, telbivudin, dan tenofovir dalam mencegah penularan.