Oleh: Dr. dr. Rino
Kategori: Ilmu Kedokteran
Tahun Terbit: 2012
Dokumen ini adalah pembaruan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis B di Indonesia yang disusun oleh Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI). Konsensus ini dibuat sebagai respons terhadap perkembangan pesat di bidang diagnosis, pencegahan, dan terapi hepatitis B, serta menindaklanjuti rekomendasi dari World Health Assembly (WHA) tahun 2010. Tujuan utama pedoman ini adalah memberikan panduan bagi para praktisi medis dalam mengevaluasi dan menangani penyakit hepatitis B kronis. Pedoman ini mencakup: Epidemiologi dan Perjalanan Penyakit: Hepatitis B merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi pengidap mencapai 4,0-20,3% di populasi sehat. Penyakit ini memiliki empat fase: immune tolerant, immune clearance, inaktif, dan reaktivasi. Evaluasi Pra-Terapi: Penilaian dilakukan untuk menentukan hubungan kausal dengan penyakit hati, tingkat kerusakan hati, adanya koinfeksi, dan kapan terapi harus dimulai. Dokumen ini juga mencakup algoritma untuk penatalaksanaan pasien HBeAg positif dan negatif, serta pasien sirosis hati. Terapi: Terapi dibedakan menjadi durasi terbatas (Interferon) dan jangka panjang (analog nukleos(t)ida seperti lamivudin, adefovir, entecavir, telbivudin, dan tenofovir). Penjelasan rinci diberikan mengenai efektivitas, dosis, dan efek samping masing-masing obat, serta strategi untuk mengatasi kegagalan terapi dan resistensi. Populasi Khusus: Panduan juga diberikan untuk penanganan pasien sirosis (terkompensasi dan dekompensasi), wanita hamil, pasien dengan koinfeksi HIV, dan lain-lain.