Oleh: Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI)
Kategori: Ilmu Kedokteran
Tahun Terbit: 2013
Buku ini merupakan hasil konsensus para pakar gastroenterologi di Indonesia mengenai penatalaksanaan dispepsia dan infeksi Helicobacter pylori (H. pylori). Konsensus ini menggabungkan kedua topik tersebut karena penatalaksanaan dispepsia sangat berkaitan dengan penanganan infeksi H. pylori. Tujuannya adalah untuk menjadi panduan bagi para dokter di Indonesia—mulai dari dokter umum hingga spesialis dan konsultan—dalam menangani kasus-kasus ini di praktik sehari-hari, berdasarkan pendekatan evidence-based medicine. Pedoman ini mencakup: Definisi: Dispepsia didefinisikan sebagai rasa tidak nyaman di abdomen bagian atas, yang dapat berupa nyeri atau rasa terbakar di epigastrium, rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, kembung, mual, muntah, dan sendawa. Patofisiologi: Menguraikan berbagai faktor yang berperan dalam dispepsia fungsional, seperti gangguan motilitas gastroduodenal, hipersensitivitas viseral, faktor psikososial, dan peran infeksi H. pylori. Diagnosis: Menjelaskan metode diagnosis dispepsia (organik dan fungsional) dan infeksi H. pylori. Pedoman ini menggarisbawahi pentingnya evaluasi tanda bahaya pada pasien dispepsia, seperti penurunan berat badan dan muntah berulang, yang memerlukan investigasi endoskopi. Untuk diagnosis infeksi H. pylori, urea breath test dianggap sebagai gold standard. Tata Laksana: Menyajikan algoritma dan rejimen terapi yang direkomendasikan untuk dispepsia yang belum diinvestigasi, dispepsia yang sudah diinvestigasi (organik dan fungsional), dan infeksi H. pylori. Rekomendasi mencakup terapi lini pertama dan kedua untuk eradikasi H. pylori, serta penyesuaian strategi pengobatan berdasarkan tingkat resistensi antibiotik di suatu daerah. Pedoman ini juga menekankan bahwa terapi eradikasi H. pylori terbukti efektif dalam menghilangkan gejala dispepsia jangka panjang.