Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual

Oleh: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Cover Image

Kategori: Kesehatan

Tahun Terbit: 2015

Deskripsi

Pedoman ini disusun sebagai acuan bagi petugas layanan kesehatan dalam melaksanakan program pengendalian Infeksi Menular Seksual (IMS) di Indonesia. IMS merupakan masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi global, dan di Indonesia memiliki kaitan erat dengan epidemi HIV karena IMS dapat menjadi "pintu masuk" infeksi HIV. Contohnya, sifilis dapat meningkatkan risiko penularan HIV hingga 300 kali lipat. Pedoman ini mencakup berbagai aspek penting dalam penanganan IMS, termasuk: Epidemiologi dan Penularan: Menjelaskan lebih dari 30 jenis patogen IMS yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, dari ibu ke janin, atau melalui produk darah. Pedoman ini juga membahas dinamika penularan IMS, termasuk peran "kelompok inti" dan "populasi antara". Penatalaksanaan Klinis: Menguraikan komponen penanganan IMS secara komprehensif, mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis, pengobatan, hingga konseling. Pendekatan Sindrom: Menekankan penggunaan pendekatan sindrom untuk diagnosis dan pengobatan di fasilitas kesehatan dasar yang memiliki keterbatasan laboratorium. Rekomendasi Pengobatan: Menyediakan bagan alur dan tabel pengobatan baku untuk berbagai sindrom IMS seperti duh tubuh uretra, ulkus genital, bubo inguinalis, pembengkakan skrotum, duh tubuh vagina, konjungtivitis neonatorum, tonjolan (vegetasi) pada genitalia, dan proktitis. Pedoman ini juga menyertakan kriteria pemilihan obat yang efektif, aman, dan terjangkau. Kelompok Khusus: Membahas penanganan IMS pada kelompok populasi tertentu, seperti ibu hamil, anak dan remaja, serta lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL). Pencatatan dan Pelaporan: Menjelaskan pentingnya pencatatan dan pelaporan kasus untuk memantau masalah IMS, merencanakan program, dan memastikan ketersediaan obat. Secara keseluruhan, pedoman ini merupakan alat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dalam program pengendalian IMS dan HIV-AIDS di Indonesia.