Pedoman Tatalaksana Klinis Infeksi Saluran Pernapasan Akut Berat Suspek Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV)

Oleh: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Ditjen Pelayanan Kesehatan)

Cover Image

Kategori: Kesehatan

Tahun Terbit: 2013

Deskripsi

Pedoman ini disusun sebagai upaya kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi ancaman virus MERS-CoV yang mulai berjangkit di Arab Saudi dan menyebar ke Eropa pada tahun 2013. Walaupun belum ada kasus MERS-CoV yang terkonfirmasi di Indonesia saat itu, risiko penyebaran dinilai tinggi mengingat banyaknya jemaah Haji, Umrah, dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi setiap tahunnya. Buku ini merupakan salah satu dari lima pedoman yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk penanggulangan MERS-CoV dan secara spesifik membahas tatalaksana klinis. Pedoman ini mencakup: Deteksi dan Tatalaksana Dini: Menjelaskan kriteria klinis dan epidemiologis untuk mendefinisikan kasus suspek, probabel, dan konfirmasi MERS-CoV, serta langkah-langkah awal penanganan seperti terapi oksigen dan pemberian antibiotik empirik. Tatalaksana Kasus Berat: Menjelaskan penanganan untuk pasien dengan depresi napas berat, hipoksemia, dan ARDS, termasuk penggunaan ventilasi mekanik invasif dan non-invasif. Tatalaksana Syok Sepsis: Memberikan panduan untuk resusitasi cairan dan penggunaan vasopresor pada pasien yang mengalami syok sepsis. Pencegahan Komplikasi: Memuat langkah-langkah untuk mencegah berbagai komplikasi pada pasien kritis di ICU, seperti pneumonia terkait ventilator, tromboemboli vena, dan ulkus stres. Pengendalian Infeksi: Menekankan pentingnya kewaspadaan standar dan tindakan pencegahan transmisi droplet maupun airborne untuk melindungi petugas kesehatan. Pedoman ini akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan situasi terkini