PNEUMONIA KOMUNITI PEDOMAN DIAGNOSIS & PENATALAKSANAAN DI INDONESIA

Oleh: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)

Cover Image

Kategori: Ilmu Kedokteran

Tahun Terbit: 2003

Deskripsi

Dokumen ini adalah Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Pneumonia Komuniti (Community-Acquired Pneumonia/CAP) di Indonesia, yang diterbitkan oleh PDPI. Pneumonia didefinisikan secara klinis sebagai peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (kecuali Mycobacterium tuberculosis). Pedoman ini menyoroti bahwa pneumonia merupakan masalah kesehatan utama dan penyebab kematian yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan data dari beberapa pusat paru di Indonesia, bakteri Gram negatif (terutama Klebsiella pneumoniae) sering ditemukan sebagai penyebab CAP, yang berbeda dengan literatur luar negeri yang umumnya menyebut Gram positif. Poin Kunci Penatalaksanaan: Diagnosis Pasti: Ditegakkan jika pada foto toraks terdapat infiltrat baru atau progresif ditambah dengan dua atau lebih gejala klinis (seperti batuk bertambah, perubahan karakteristik dahak/purulen, atau suhu tubuh ≥38 ∘ C). Penilaian Keparahan: Derajat keparahan dinilai menggunakan sistem skor PORT dan kriteria mayor/minor untuk menentukan indikasi rawat jalan, rawat inap biasa, atau perawatan intensif. Pengobatan Empiris: Karena diagnosis etiologi memerlukan waktu, pengobatan awal diberikan secara empiris. Pemilihan antibiotik disesuaikan berdasarkan lokasi perawatan dan ada/tidaknya faktor modifikasi (keadaan yang meningkatkan risiko infeksi dengan mikroorganisme spesifik, misal: usia lanjut, pecandu alkohol, atau penyakit penyerta multipel). Pneumonia Atipik: Diduga jika terdapat gejala seperti demam, batuk nonproduktif, gejala sistemik (nyeri kepala, mialgia), dan gambaran radiologis infiltrat interstitial. Antibiotik terpilih untuk atipik adalah golongan Makrolid baru, Fluorokuinolon, atau Doksisiklin. Pencegahan: Meliputi pola hidup sehat, tidak merokok, dan vaksinasi (pneumokokal dan influenza), terutama untuk golongan risiko tinggi.