PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) PEDOMAN DIAGNOSIS & PENATALAKSANAAN DI INDONESIA

Oleh: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)

Cover Image

Kategori: Ilmu Kedokteran

Tahun Terbit: 2003

Deskripsi

Dokumen ini adalah Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Indonesia, yang diterbitkan oleh PDPI. PPOK didefinisikan sebagai penyakit paru kronik dengan hambatan aliran udara yang bersifat progresif, nonreversibel, atau reversibel parsial, terdiri dari bronkitis kronik dan emfisema atau gabungan keduanya. Pedoman ini disusun untuk mengatasi meningkatnya permasalahan PPOK di Indonesia akibat tingginya kebiasaan merokok, pertambahan usia, industrialisasi, dan polusi udara. Isi utama pedoman ini meliputi: Diagnosis: Ditegakkan berdasarkan gambaran klinis (riwayat merokok, batuk berulang, sesak) dan dikonfirmasi dengan spirometri yang menunjukkan obstruksi (VEP 1 ​ <80% prediksi atau VEP 1 ​ /KVP<75%) dan respons bronkodilator yang minimal. Klasifikasi: Dibagi menjadi derajat Ringan, Sedang, dan Berat berdasarkan nilai VEP 1 ​ . Penatalaksanaan Umum: Meliputi Edukasi (terutama berhenti merokok), Obat-obatan (bronkodilator dan kortikosteroid), Terapi Oksigen, Ventilasi Mekanik, Nutrisi, dan Rehabilitasi. Penatalaksanaan PPOK Stabil: Fokus pada mempertahankan bronkodilatasi dan penekanan inflamasi menggunakan bronkodilator (antikolinergik, β 2 ​ -agonis, xantin) dan kortikosteroid inhalasi bila ada respons positif. Penatalaksanaan Eksaserbasi Akut: Melibatkan penambahan dosis bronkodilator, kortikosteroid, antibiotik bila ada infeksi, dan penggunaan terapi oksigen serta ventilasi mekanik (diutamakan Noninvasive Positive Pressure Ventilation/NIPPV) untuk mencegah gagal napas. Pedoman ini juga mencakup penanganan di tingkat Puskesmas, rujukan, dan terapi bedah.